KIATNEWS : MUNA BARAT – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Muna Barat membuktikan keseriusannya dalam mengejar target strategis nasional. Lewat skema pemetaan udara, BPN Muna Barat berhasil mencatatkan progres sebesar 88,80 persen untuk program PTSL dari total luas areal penggunaan lain (APL).
Langkah progresif ini diambil untuk memberikan kepastian hukum hak atas tanah warga Muna Barat secara lebih efisien. Keunggulan foto udara ini memungkinkan identifikasi fisik lahan dilakukan lebih detail dan minim kesalahan manual. Prestasi ini menempatkan Muna Barat sebagai salah satu wilayah dengan ritme kerja tercepat dalam pelaksanaan PTSL di Sulawesi Tenggara tahun ini.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Muna Barat Edison, melalui Kepala Seksi survei dan pemetaan, Taufik Akbar menyampaikan bahwa kegiatan foto udara terhadap bidang – bidang tanah di kabupaten Muna Barat tahun 2026 dengan target 9.500 ha, telah selesai dikerjakan di 13 desa/kelurahan sesuai dengan target lokasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Taufik mengurai bahwa total luas APL di Muna Barat 58.955,16 ha sedangkan luas peta foto sampai saat ini sudah 52.352,375 ha atau 88,80%, artinya masih ada sekitar 6.602,785 ha atau 11,20% yang belum terfoto.
“Jadi untuk menjadikan Muna Barat lengkap secara spasial, sisa sedikit lagi yang harus kami foto dan petakan, semoga secapatnya kami wujudkan. Kami juga mengharapkan dukungan pihak lain khususnya Pemda Mubar,”ungkapnya Jumat 27 Februari 2026.
“Kami berkomitmen menyelesaikan target tepat waktu. Dengan progres yang sudah mendekati 90 persen, kami optimis tahap pemetaan ini segera rampung untuk berlanjut ke tahap sertifikasi,”tandasnya.
Untuk diketahui kegiatan foto udara ini adalah rangkain kegiatan PTSL terintegrasi tahun ini dengan target sertipikat hak atas tanah 4.063 bidang, dimana saat ini kegiatan tengah berjalan yang tersebar di 35 desa/kelurahan se-kabupaten Muna Barat.






