Diduga Dibekingi Oknum Polisi, Mafia Solar di SPBN Djamalia Ningsih Kendari Kian Masif dan Tak Tersentuh APH

Aktivitas pemuatan BBM jenis solat melalui jerigen dari SPBN Djamalia Ningsih Lapulu, Kota Kendari. Diduga dilakukan oleh mafia BBM dan turut dibekingi oknum polisi. Foto: ist.

KIATNEWS : KENDARI — Aktivitas penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar di SPBN Djamalia Ningsih Lapulu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara kian masif.

‎Praktik yang diduga ilegal ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama karena terjadi di fasilitas umum yang seharusnya melayani kebutuhan energi warga secara adil.

‎Kegiatan tersebut berlangsung berulang kali, sehingga memunculkan dugaan adanya praktik penimbunan untuk kepentingan tertentu, seperti penjualan kembali dengan harga lebih tinggi.

‎Yang menjadi sorotan, aktivitas ini terkesan berlangsung tanpa hambatan, seolah tidak tersentuh oleh proses penegakan hukum. Kondisi tersebut memicu spekulasi publik terkait kemungkinan adanya pembiaran, bahkan dugaan keterlibatan oknum Aparat Penegak Hukum (APH) dalam melindungi praktik tersebut.

‎Padahal, distribusi BBM subsidi telah diatur secara ketat oleh pemerintah dan diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, seperti nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil.

‎Penimbunan atau penyalahgunaan BBM subsidi merupakan pelanggaran hukum yang dapat dikenai sanksi pidana.

‎Berdasarkan video yang diposting akun tiktok @kiatindonesia.com, nampak sejumlah oknum aparat kepolisian tak melakukan penindakan saat sebuah mobil melakukan pemuatan sejumlah BBM di SPBN Djamalia Ningsih.


‎Dilansir dari laman kendarikita.com aktivitas ilegal tersebut mendapatkan sorotan tajam dari Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus (Imalak) Sulawesi Tenggara (Sultra).

‎Wakil Ketua Imalak Sultra, Azizul mengungkap adanya temuan yang mengindikasikan adanya praktik terorganisir dalam penyaluran solar subsidi.

‎Modusnya, kata Azizul, solar disinyalir tidak langsung diberikan kepada masyarakat yang berhak, melainkan diduga ditimbun terlebih dahulu oleh oknum tertentu.

‎“Solar ini tidak disalurkan sesuai aturan. Ada indikasi kuat ditampung di rumah maupun gudang, lalu dijual kembali dengan harga yang sudah dimainkan,” tegas Azizul.

‎Video lain yang diterima redaksi kiatnews.co.id menunjukan sebuah mobil pick up yang telah dimodifikasi, disinyalir memuat sejumlah jerigen berisikan solar, dalam perjalanan menuju lokasi penampungan atau penimbunan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *