KIATNEWS: KONAWE- Komitmen mendorong pemerataan pembangunan desa kembali ditegaskan Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, saat melaksanakan Reses II Tahun Anggaran 2025 di Desa Olo-Oloho, Kecamatan Uepai, Senin (24/2/2025).
Kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai forum dialog terbuka antara legislatif dan masyarakat terkait kebutuhan mendesak di wilayah pedesaan.

Dalam pertemuan itu, persoalan infrastruktur jalan menjadi sorotan utama warga. Akses penghubung antara Desa Olo-Oloho dan Desa Panggulawu dinilai belum layak karena belum pernah tersentuh pengaspalan.
Kondisi jalan yang berlumpur saat musim hujan dan berdebu ketika kemarau dianggap menghambat aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, I Made Asmaya menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur dasar akan menjadi perhatian serius DPRD.


Ia menyebut akses jalan sebagai urat nadi perekonomian desa yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
“Pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan penghubung desa menjadi prioritas karena menyangkut aktivitas harian masyarakat. Aspirasi ini akan kami kawal dalam pembahasan anggaran,” ujarnya.
Selain menyerap aspirasi, agenda reses juga dirangkaikan dengan peresmian Balai Serbaguna Desa Olo-Oloho.

Fasilitas yang dibangun melalui Dana Desa tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan masyarakat, baik untuk pertemuan, kegiatan sosial, maupun pelayanan pemerintahan desa.
Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan balai. Made mengapresiasi pemerintah desa yang dinilai mampu mengelola Dana Desa secara produktif dan tepat sasaran.
Menurutnya, keberadaan balai serbaguna menjadi simbol kemajuan desa dan bukti bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada fisik jalan dan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan ruang-ruang sosial masyarakat.
Melalui reses tersebut, DPRD Konawe berharap aspirasi masyarakat di wilayah Asaki Raya, termasuk Kecamatan Uepai, dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah secara berkelanjutan.