KIATNEWS : KONAWE – Masa reses II Tahun Anggaran 2026 DPRD Kabupaten Konawe mulai dilaksanakan. Para wakil rakyat mulai turun ke daerah pemilihan (Dapil) masing-masing, untuk menyerap aspirasi konstituennya.
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Konawe, Nasrullah Faizal memulai masa reses di Desa Tamesandi, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Selasa 10 Februari 2025.
Reses tersebut turut dihadiri Kepala Desa Tamesandi, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Masyarakat Desa Tamesandi nampak antusias mengikuti reses tersebut dan menyampaikan berbagai program usulan prioritas.

Salah satu aspirasi yang dinilai skala prioritas adalah pembangunan jembatan penghubung Desa Tamesandi, Desa Rawua dan Desa Anggawo, dengan ukuran sekitar 6 x 52 meter.
Selain itu, warga juga mengusulkan pembangunan rabat beton sepanjang kurang lebih 600 meter, pembangunan drainase sepanjang 400 meter, serta pengembangan kawasan wisata desa sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua II DPRD Konawe, Nasrullah Faizal menegaskan, bahwa masa reses merupakan sarana strategis bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung suara rakyat.

Aspirasi yang dihimpun, kata dia, akan menjadi bahan perjuangan di lembaga legislatif, agar dapat ditindaklanjuti melalui program dan kebijakan pemerintah daerah.
“Reses ini menjadi ruang bagi kami di DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan, baik pembangunan jembatan, rabat beton, drainase, maupun pengembangan kawasan wisata, akan kami tampung dan perjuangkan sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah,” ujar Nasrullah Faizal.
Lebih lanjut, Ketua DPD Partai NasDem Konawe itu menjelaskan, pembangunan jembatan penghubung dinilai sangat strategis, karena berkaitan langsung dengan aksesibilitas antar desa, mobilitas, serta kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.
“Jembatan ini bukan hanya menghubungkan desa, tetapi juga membuka akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan dasar masyarakat. Tentu ini akan menjadi perhatian serius untuk kita perjuangkan,” jelasnya.

Politisi yang populer dengan sapaan Aco ini juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan DPRD agar usulan masyarakat dapat terakomodir dalam perencanaan pembangunan daerah, baik melalui APBD maupun program-program terkait lainnya.
Aco mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat Desa Tamesandi yang telah menyampaikan aspirasi secara terbuka dan konstruktif.
Ia berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin dengan baik, demi percepatan pembangunan di wilayah Kecamatan Uepai.
Kegiatan reses ini juga menjadi wujud komitmen DPRD Kabupaten Konawe dalam memperkuat komunikasi dua arah antara wakil rakyat dan masyarakat, sekaligus memastikan pembangunan daerah berjalan selaras dengan kebutuhan riil di lapangan. (Adv)







