Tragis, Kakak Beradik di Muna Meninggal Dunia Terseret Arus Selokan Saat Main Hujan

Ketgam: Kepolisian bersama masyarakat melakukan evakusi korban anak terseret arus/Ist

KIATNEWS : MUNA – Keceriaan bermain hujan berubah menjadi duka mendalam bagi sebuah keluarga di Desa Lianosa, Kecamatan Tongkuno Selatan, Kabupaten Muna. Dua bocah yang merupakan kakak beradik, Fais (5) dan Zahra (3), ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus selokan yang deras pada Senin (16/03/2026) siang.

Kejadian memilukan ini bermula sekitar pukul 11.00 Wita. Saat itu, hujan turun cukup deras dan empat sekawan yang masih bersaudara—Fais, Zahra, Lintar (5), dan Welda—sedang asyik bermain di teras rumah.

Kronologi Kejadian

Bacaan Lainnya

Ayah korban, La Lili, sebenarnya sudah sempat melarang anak-anak tersebut untuk tidak bermain hujan di luar rumah. Setelah memberi peringatan, sang ayah masuk ke dalam rumah untuk beristirahat sambil menyalakan musik hingga tertidur.

Nahas, diduga anak-anak tersebut tetap turun ke selokan di depan rumah yang saat itu arusnya sedang kuat. Sekitar setengah jam kemudian, sang ayah terbangun karena kedatangan Kepala Dusun yang membawa Lintar dan Welda. Kabar buruk pun disampaikan: anak-anak tersebut hanyut terbawa arus.

Pencarian dan Evakuasi

Mendengar kabar tersebut, orang tua korban bersama warga dan pihak Polsek Tongkuno langsung bergerak cepat menyisir aliran selokan. Setelah melakukan pencarian intensif, kedua korban ditemukan di kali dekat SD 2 Tongkuno Selatan, yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi awal mereka hanyut.

“Fais ditemukan sekitar pukul 14.10 Wita dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan Zahra ditemukan sepuluh menit kemudian, juga dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” ucap Kapolsek Tongkuno, Ipda Munarddin melalui pesan WhatsAPP nya.

Sementara itu, lanjutnya, sepupu mereka, Lintar, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Satu anak lainnya, Welda, selamat karena tidak sempat ikut turun ke dalam selokan.

Upaya Medis

Kedua korban sempat dilarikan ke Puskesmas Tongkuno untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, takdir berkata lain; tim medis menyatakan kedua kakak beradik tersebut telah meninggal dunia.

Kapolsek Tongkuno, Ipda Munarddin, mengonfirmasi kejadian ini dan mengimbau para orang tua agar lebih waspada mengawasi anak-anak, terutama saat cuaca ekstrem dan hujan deras agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *