KIATNEWS: KONAWE- DPRD Kabupaten Konawe menggelar Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda mendengarkan pidato sambutan pertama Bupati Konawe periode 2025–2030, H. Yusran Akbar, ST, Senin (3/3/2025).
Forum tersebut menjadi momentum awal penyampaian arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah lima tahun ke depan.
Sidang paripurna dipimpin Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, MM, didampingi Wakil Ketua I Nuryadin Tombili, SE, dan Wakil Ketua II Nasrullah Faizal, SH. Turut hadir Wakil Bupati H. Syamsul Ibrahim, SE, M.Si, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Dr. Ferdinand, SP, MH, pimpinan OPD, penyelenggara pemilu, akademisi, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam pidatonya, Bupati Yusran Akbar memaparkan visi pembangunan Konawe yang berorientasi pada penguatan sektor pertanian, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta tata kelola pemerintahan yang efektif dan transparan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen daerah untuk mewujudkan target pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya menyampaikan harapannya agar kepemimpinan baru mampu menjawab ekspektasi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh komponen daerah untuk kembali bersatu setelah kontestasi politik Pilkada 2024.
“Kita telah melalui proses demokrasi. Saatnya semua pihak bergandengan tangan mendukung program pemerintah demi kepentingan masyarakat Konawe secara keseluruhan,” ujar Made.

Politisi PDI Perjuangan itu turut menyampaikan apresiasi kepada Penjabat Bupati sebelumnya atas pengabdian selama masa transisi pemerintahan. Menurutnya, kesinambungan program pembangunan harus tetap terjaga agar tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Made menegaskan bahwa DPRD dan Pemerintah Daerah memiliki posisi sejajar sebagai mitra strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sinergi yang harmonis, kata dia, menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan rakyat.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan APBD secara cermat dan akuntabel di tengah tantangan fiskal yang semakin kompleks. Selain itu, ruang demokrasi yang terbuka harus diimbangi dengan komitmen menjaga stabilitas dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Konawe.
“Persatuan adalah fondasi pembangunan. Dengan kebersamaan, kita optimistis Konawe dapat melangkah lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.






