Aksi Nyata Sambut HANTARU ke-66, Kepala Kantah Muna Barat Pimpin Gerakan Belanja di Pasar Tradisional

KIATNEWS : MUNA BARAT – Memperingati Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) ke-66, Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Muna Barat menggelar “Gerakan Belanja di Pasar Tradisional” di Pasar Kambara, Kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat.

Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Rumah BUMN dan Bank Sultra Cabang Muna Barat sebagai bentuk kepedulian terhadap penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan pedagang kecil.

​Aksi sosial ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantah Kabupaten Muna Barat, Romandhona Setyawan, S.H., M.H., dan diikuti oleh seluruh jajaran pegawai. Memakai atribut dinas lengkap, para pegawai mendatangi lapak-lapak pedagang untuk membeli berbagai komoditas pangan lokal. Kehadiran jajaran BPN ini menciptakan perputaran uang secara langsung yang dirasakan manfaatnya oleh para petani dan pedagang kecil setempat.

Bacaan Lainnya

​Kepala Kantah Muna Barat, Romandhona Setyawan, menjelaskan bahwa aksi ini dirancang untuk menjaga keberlangsungan pasar tradisional agar tetap tangguh di tengah persaingan dengan pasar modern. Menurutnya, pasar rakyat memiliki nilai sosial mendasar yang tidak dapat digantikan.

​”Kami ingin menjaga eksistensi pasar rakyat agar tidak kalah saing. Selain dampak ekonomi, interaksi sosial dan kehangatan komunikasi langsung antara pembeli dan penjual di pasar tradisional merupakan nilai lokal yang harus terus kita rawat,” ujar Romandhona, Selasa 15 September 2026.

​Lebih lanjut, Romandhona menekankan bahwa gerakan ini merupakan bagian integral dari strategi pemberdayaan masyarakat melalui Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA). Kegiatan ini hadir untuk menjawab tantangan klasik yang dihadapi para petani penerima tanah Reforma Agraria, yaitu kepastian penyerapan hasil panen.

​”Melalui skema Akses Reform dalam GTRA, kami tidak hanya menyerahkan sertifikat tanah, tetapi juga memastikan produk pertanian dan UMKM binaan subjek Reforma Agraria terserap oleh pasar. Gerakan ini adalah langkah nyata untuk membuka dan memperluas akses pasar lokal bagi mereka,” tegasnya.

​Romandhona berharap inisiatif ini dapat menginspirasi instansi pemerintah daerah serta stakeholder lainnya di Kabupaten Muna Barat untuk menggalakkan gerakan serupa secara berkala. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menghidupkan aktivitas perdagangan lokal, meningkatkan kesejahteraan pedagang kecil, dan menjaga stabilitas perekonomian daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *