KIATNEWS : MUNA – Aksi heroik dilakukan oleh seorang remaja putri berinisial AA (13) di Desa Sarimulyo, Kecamatan Kabangka, Kabupaten Muna. Siswi SMP ini berhasil menggagalkan upaya percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh pria berinisial AS (46) pada Minggu (5/4/2026) dini hari. Pelaku justru terkapar setelah tertusuk senjatanya sendiri saat korban melakukan perlawanan sengit.
Peristiwa bermula sekitar pukul 01.30 WITA. Berdasarkan rilis resmi kepolisian, korban saat itu baru saja mengantar temannya, PT, pulang ke rumah setelah mengikuti latihan silat di kediaman warga bernama DK di Jalan Anggrek. Ironisnya, PT merupakan anak kandung dari terduga pelaku sendiri.
Saat dalam perjalanan pulang seorang diri, korban dihadang oleh AS di sebuah perempatan jalan Desa Sarimulyo. Pelaku yang sudah membawa sebilah badik kemudian menodong korban dan mencoba memaksanya untuk menuruti nafsu bejat pelaku.
Meski di bawah ancaman senjata tajam, AA tidak tinggal diam. Memanfaatkan momentum, korban melakukan perlawanan fisik dengan mencoba merebut badik dari tangan pelaku. Dalam pergumulan tersebut, senjata tajam milik pelaku justru berbalik mengenai tubuh pelaku sendiri.
“Terduga pelaku tertusuk oleh badiknya sendiri pada bagian rusuk bawah saat korban berupaya membela diri dan merebut senjata tersebut,” ujar Kasi Humas Polres Muna, IPTU Muh. Jufri, dalam keterangan tertulisnya.
Akibat luka tusukan di bagian dada (rusuk), pelaku AS kini harus menjalani perawatan medis secara intensif.
Terduga pelaku saat ini berada di RSUD Muna Barat dalam kondisi sadar. Namun, pihak kepolisian memberikan pengamanan ketat melalui personel Polsek Kabangka untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara itu, secara fisik korban selamat, namun saat ini masih mengalami trauma mendalam. Pihak kepolisian belum bisa mengambil keterangan lebih mendalam hingga kondisi psikologis korban stabil.
Pihak Polres Muna menegaskan bahwa kasus ini sedang dalam penanganan serius. Penyelidikan terus dilakukan untuk mendalami motif dan detail kejadian di lokasi perkara.
“Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan secara transparan kepada publik,” tutup IPTU Muh. Jufri.






