Asap Hitam di Ujung Subuh, Kios Pakaian Bekas di Pasar Laino Ludes Dilalap Api

Pasar Pakaian Bekas yang terletak di jalan Bay Pass Ludes terbakar/Foto:Phoyo/KIATNEWS

KIATNEWS : MUNA – Ketenangan diujung subuh di Pasar Laino, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, berubah menjadi mencekam pada Minggu (26/4/2026). Amukan si jago merah menghanguskan sedikitnya lima kios pakaian bekas (RB) dan sepatu, menyisakan puing-puing hitam dan kerugian materiil yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Peristiwa bermula sekitar pukul 05.10 WITA. Api diduga kuat berasal dari salah satu kios penjual sepatu yang terletak di bagian ujung blok. Material dagangan yang didominasi kain dan karet membuat api merambat dengan sangat cepat sebelum warga sempat melakukan pemadaman mandiri.

Ade Putra, salah seorang saksi mata di lokasi, mengungkapkan bahwa kepanikan pecah lantaran beberapa pedagang diketahui kerap bermalam di kios mereka.

“Kejadiannya sangat cepat, sekitar pukul lima lewat. Saya langsung berteriak membangunkan pemilik kios yang tidur di dalam. Banyak barang yang tidak sempat diselamatkan karena api langsung membesar,” ujar Ade dengan nada getir.

Merespons laporan warga, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Muna segera mengerahkan tiga unit armada damkar ke lokasi kejadian. Petugas berjibaku melawan kobaran api selama beberapa jam guna melokalisir api agar tidak merembet ke blokĀ  lainnya.

Di lokasi yang sama, aparat kepolisian tampak bersiaga penuh mengamankan TKP dari potensi penjarahan serta mempermudah akses bagi petugas pemadam.

Meski dipastikan tidak ada korban jiwa, dampak ekonomi yang diderita para pedagang sangat memukul. Berdasarkan pendataan sementara
lebih dari 5 lapak ludes rata dengan tanah.

KerugianĀ  ditaksir mencapai ratusan juta rupiah akibat stok pakaian dan sepatu impor yang hangus total.
Adapun penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

Bagi para pedagang, kebakaran ini adalah hantaman keras. Di balik debu dan arang, tersimpan rencana biaya sekolah anak hingga cicilan modal usaha yang kini sirna. Saat fajar menyingsing, suasana haru menyelimuti Pasar Laino, para pedagang hanya bisa terduduk lemas meratapi sumber nafkah mereka yang telah menjadi abu dalam sekejap mata.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *