KIATNEWS : KENDARI – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi dibuka dengan meriah di Pelataran Tugu Religi Sultra, Kota Kendari, pada Jumat malam (24/04/2026).
Adapun HUT tersebut mengusung tema “Harmoni Sultra: Produktif untuk Sultra Sejahtera”, ajang tahunan yang dikenal dengan Halo Sultra ini menjadi panggung unjuk gigi bagi kreativitas daerah, di mana Stan Pameran Kabupaten Muna tampil sebagai salah satu primadona.
Sejak gerbang pameran dibuka, Stand Kabupaten Muna langsung diserbu pengunjung. Kepadatan ini membuahkan hasil yang impresif bagi para pelaku usaha kecil menengah.
Kepala dinas (Kadis) Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Muna, Muh. Haidar., ST mengatakan, tercatat, hanya dalam kurun waktu satu malam, total transaksi produk UMKM asal Bumi Sowite tersebut telah menembus angka Rp12 juta.
“Produk unggulan seperti kain tenun khas Muna dengan motif geometris yang elegan, kerajinan tangan berbahan alam, hingga aneka olahan pangan lokal menjadi buruan utama para kolektor dan penikmat kuliner,”ucapnya, Sabtu 25 April 2026.

Kata dia, membludaknya pengunjung bukan tanpa alasan. Kehadiran atraksi budaya Rambi Wuna (tabuhan musik tradisional Muna) menjadi magnet kuat yang menyedot perhatian massa. Irama perkusi yang khas tidak hanya menghibur pengunjung di lokasi, tetapi juga viral di jagat maya.
“Di lapangan menunjukkan puluhan penggiat media sosial dan influencer lokal secara masif melakukan live streaming, membuat atmosfer di Stand Muna viral secara real-time,”tuturnya.
Antusiasme warga yang ikut menari dan mendokumentasikan momen tersebut menciptakan pengalaman budaya yang interaktif dan modern.
Kondisi ini diharapkan menjadi sinyal positif bagi kebangkitan ekonomi kreatif di Kabupaten Muna. Pemerintah daerah optimis bahwa tren kunjungan dan daya beli ini akan terus stabil, bahkan meningkat, hingga malam penutupan Halo Sultra yang dijadwalkan pada Senin malam, 27 April 2026.
Perayaan HUT Sultra tahun ini memang dirancang lebih inklusif dengan melibatkan pameran UMKM skala besar dan pawai budaya dari 17 kabupaten/kota.
Dengan pencapaian di malam perdana, Kabupaten Muna membuktikan bahwa sinergi antara pelestarian budaya dan produktivitas ekonomi adalah kunci menuju kesejahteraan masyarakat sebagaimana semangat “Harmoni Sultra”.






