KIATNEWS : MUNA – Tren positif melanda perekonomian Kabupaten Muna. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat (5/6/2026), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Muna pada Triwulan I-2026 tumbuh signifikan sebesar 5,59 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y).
Angka ini melonjak tajam dibanding periode yang sama tahun 2025 yang hanya sebesar 2,89%, sekaligus melampaui pertumbuhan tahunan 2025 sebesar 3,89%. Capaian ini juga membuat Muna hampir menyamai pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara (6,23%) dan hanya terpaut tipis 0,02% dari rata-rata nasional (5,61%).
Kepala BPS Kabupaten Muna, Leman Jaya, merinci bahwa pertumbuhan ini dipicu oleh lonjakan di beberapa sektor lapangan usaha diantaranya akomodasi dan makan minum, tumbuh tertinggi mencapai 25,30%, industri pengolahan tumbuh 18,66%, perdagangan dan reparasi kendaraan tumbuh 16,03%, kemudian informasi dan komunikasi mencapai 13,62% lalu terakhir pertanian, perikanan, dan peternakan tumbuh mencapai 1,66%.
Meski sektor akomodasi tumbuh paling tinggi, Sektor Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan tetap menjadi fondasi utama dengan kontribusi terbesar terhadap total PDRB, yaitu 28,50% (bernilai Rp 732,8 Miliar). Disusul sektor Perdagangan (18,02%), Konstruksi (10,12%), dan Administrasi Pemerintahan (9,23%).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Muna, La Ode Sairuddin, menjelaskan bahwa kebangkitan sektor riil ini tidak lepas dari visi Bupati Drs. H. Bachrun, M.Si dan Wakil Bupati La Ode Asrafil, SH., MH melalui program Industrialisasi JATI (Jagung, Hortikultura, Ternak, dan Ikan).
Sejak 2025, Pemkab Muna konsisten menggenjot program kolaboratif GERCEP POKADULU (Gerakan Percepatan Pembangunan Ekonomi Berbasis Komoditas Unggulan) yang mensinergikan pemerintah, pelaku usaha, BUMDes, hingga koperasi.
“Dampak nyata kebijakan sektor pertanian bangkit tumbuh 1,66% (y-on-y), berbalik arah secara drastis dari periode sebelumnya yang sempat minus 5,06%. Kemudian ketahanan pangan melonjak, kemandirian pasokan telur ayam ras melonjak menjadi 52% dari total kebutuhan daerah, yang sebelumnya hanya mampu terpenuhi 18%. Lalu produktivitas meningkat, dimana terjadi peningkatan signifikan pada hasil panen komoditas jagung kuning dan rumput laut,”tuturnya.
Menanggapi capaian ini, Bupati Muna Drs. H. Bachrun, M.Si menegaskan bahwa arah pembangunan daerah sudah berada di jalur yang tepat.
“Kami meyakini kemajuan daerah harus dibangun dari kekuatan sektor riil masyarakat. Pemkab Muna akan terus mendorong hilirisasi dan penciptaan nilai tambah komoditas unggulan. Target kita, pertumbuhan ekonomi ini tidak hanya tinggi secara statistik, tetapi harus berkualitas, inklusif, dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat,” ujar Bachrun seraya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi.






