KIATNEWS : WAKATOBI — Acara pembukaan Wakatobi Wave 2026 diwarnai insiden kurang menyenangkan. Istri Sekretaris Daerah (Sekda) Wakatobi bersama sejumlah oknum pejabat daerah diduga menjadi provokator aksi pengusiran terhadap Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badala, yang hadir mewakili Gubernur Sultra.
Dugaan penolakan dan ancaman kekerasan tersebut diungkapkan langsung oleh Ridwan Badala melalui unggahan video berdurasi 9 menit 43 detik di akun TikTok miliknya (@eRBe#bersuara).
Dalam video tersebut, Ridwan membeberkan bukti tangkapan layar percakapan di sebuah grup WhatsApp yang memuat nada ancaman terhadap dirinya saat dalam perjalanan menuju lokasi acara.
Saat dikonfirmasi, Ridwan membenarkan keberadaan percakapan grup WhatsApp tersebut. Ia mengungkapkan sejumlah kutipan pesan yang diduga ditulis oleh istri Sekda Wakatobi (Ibu Cita) serta beberapa pejabat daerah:
“Banyak parang dari Binongko, potong saja,” tulis sebuah pesan. “Lalu buang ke laut,” timpal Asisten III Setda Wakatobi. “Kasih baik, ditandu lalu dibanting-banting ke atas supaya lepas jantungnya,” balas istri Sekda Wakatobi.
Ridwan menambahkan bahwa Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sultra yang juga keponakan pejabat daerah merespons percakapan tersebut dengan emotikon tertawa.
Ridwan menceritakan, kejanggalan mulai terasa pada Jumat (9/10/2026) pukul 14.30 WITA jelang pembacaan sambutan. Saat atraksi tarian berlangsung, penari naik ke panggung dan membagikan puluhan senjata tajam menyerupai keris kepada para tamu undangan, termasuk dirinya.
“Saat itu Bupati bilang ke saya, ‘Pisau ini kecil tapi tajam sekali, Pak Kadis.’ Saya tidak menyangka kalau itu kode,” ujar Ridwan, Sabtu (10/10/2026).
Ia juga menilai isi sambutan Bupati Wakatobi terkesan memprovokasi hingga memicu sorakan dan teriakan dari massa/pengunjung. Meski situasi di lokasi memanas, Ridwan tetap menyelesaikan pembacaan sambutan Gubernur Sultra.
“Setelah membaca sambutan, saya menunjukkan naskah itu kepada Bupati dan berkata, ‘Pak Bupati, saya mewakili Pak Gubernur. Kejadian tadi tidak layak dipertontonkan oleh tuan rumah.’ Namun, Pak Bupati hanya diam tanpa tindakan,” tutur Ridwan.
Situasi di lokasi dilaporkan tetap mencekam hingga pukul 17.30 WITA. Meski demikian, Ridwan memilih bertahan di lokasi demi menjalankan tugas keprotokolan mewakili Gubernur Sultra.
Pihak wartawan telah berupaya meminta klarifikasi dan tanggapan dari Sekda Kabupaten Wakatobi, Nadar, terkait keterlibatan istrinya dalam grup WhatsApp tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, Sekda Wakatobi belum memberikan tanggapan dan justru memblokir kontak jurnalis yang menghubungi.






