KIATNEWS : WAKATOBI — Lonjakan harga dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Wakatobi sangat meresahkan warga. Di tingkat pengecer eceran, harga Pertalite melambung tinggi hingga mencapai Rp20.000 hingga Rp25.000 per liter.
Selain harganya yang meroket, masyarakat juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM. Kelangkaan ini diketahui telah berlangsung selama dua hari terakhir hingga Minggu (11/10/2026).
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadis Perindag) Wakatobi, Safiudin, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengawasan, jadwal pengangkutan BBM oleh pihak transportir sebenarnya berjalan tepat waktu. Namun, celah keterlambatan armada kerap dimanfaatkan oleh oknum pengecer untuk menaikkan harga secara sepihak.
Selain itu, pihak Dinas Perindag juga menerima laporan mengenai dugaan praktik sejumlah SPBU yang lebih memprioritaskan penjualan kepada pengecer ketimbang masyarakat umum.
Menanggapi kondisi tersebut, Safiudin menegaskan bahwa pengawasan distribusi BBM memerlukan sinergi dan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, serta pihak kepolisian selaku aparat penegak hukum.
“Perlu ada kolaborasi. Jika masyarakat menemukan indikasi pelanggaran, harap segera melapor ke dinas terkait atau pihak kepolisian. Hal ini penting agar bisa ditelusuri apakah pasokan BBM tersebut didapat dari SPBU lokal atau didatangkan dari luar wilayah, sehingga dapat dilakukan tindakan tegas,” ujar Safiudin.
Safiudin menambahkan, per hari ini pasokan BBM sebanyak lebih dari 100 kiloliter (KL) telah disalurkan ke tangki-tangki SPBU untuk wilayah Pulau Wangi-Wangi.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan pengecer yang menjual di atas harga wajar. Jika terbukti ada SPBU yang bermain dan melanggar aturan, pemerintah tidak segan untuk menghentikan pendistribusian BBM ke SPBU tersebut.






