KIATNEWS : KENDARI – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merilis realisasi investasi periode Januari-Maret (triwulan pertama) tahun 2024.
Berdasarkan rilis DPMPTSP Provinsi Sultra, untuk realisasi investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) senilia Rp.1.550.102,12 triliun. Sedangkan realisasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp.1.125.177,00 triliun. Investasi tersebut tersebar di lima 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara
Adapun grand total nilai realisasi investasi Januari-Maret Tahun 2024 sebesar Rp. 2,675 triliun atau 8,4 persen.
Dengan capaian realisasi investasi diperiode triwulan satu Tahun 2024, jumlah perusahaan Modal Asing yang menamankan investasinya di Bumi Anoa sebanyak 100 perusahaan, sedangkan jumlah proyek PMA sebanyak 164 proyek.
Sedangkan untuk perusahaan untuk kategori Penanaman Modal Dalam Negeri sebanyak 348 perusahaan, dengan jumlah proyek sebanyak 1330 proyek.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Tenggara, Parinringi menjelaskan, pihaknya terus mendorong capaian target realisasi investasi di Tahun 2024 ini.
Lebih lanjut, Parinringi menjelaskan, bahwa realisasi investasi di Sulawesi Tenggara pada tahun 2023 lalu meleset. Dari target Rp21 triliun, yang terealisasi hanya sekitar Rp14 triliun. Padahal dalam kurun empat tahun terakhir, nilai investasi mengalami peningkatan.
Kendati demikian, lanjut mantan Wakil Bupati Konawe itu, nilai Sulawesi Tenggara diproyeksikan tetap positif tahun ini. Sehingga, pemerintah pusat menargetkan realisasi investasi tahun 2024 sebesar Rp 24 triliun.
“Kami (Pemprov Sultra) terus berkomitmen menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif sepanjang tahun 2024. Hal ini merupakan langkah yang tiap tahun dilakukan demi menjamin keamanan dan kemudahan investor di Bumi Anoa,” ungkap Parinringi.
Tahun lalu, realisasi investasi di Sulawesi Tenggara sekira Rp14 triliun atau hanya 64,43 persen dari target Rp21 triliun. Meski menurun, target investasi Sultra meningkat sebesar Rp 24 triliun.
Parinringi berharap, target investasi tahun 2024 ini dapat tercapai dan memenuhi sasaran. Ia juga meyakini upaya mendorong investasi akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Sultra.
Sepanjang 2023, Penanaman Modal Asing yang berkontribusi sebesar Rp7,7 triliun dari 279 perusahaan dan 210 proyek. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri menyumbang sekira Rp7,67 Triliun dengan 1.585 perusahaan dan 1.981 proyek. (Adv)