Kabupaten Muna Borong 5 Penghargaan di Festival Literasi Sultra 2026

KIATNEWS : KENDARI — Kabupaten Muna kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat regional. Kontingen literasi Muna sukses memborong lima penghargaan sekaligus pada ajang Festival Literasi Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sultra pada 3–5 November.

Kegiatan bernuansa edukatif dan kreatif ini dibuka langsung oleh Bunda Literasi Provinsi Sultra, Ny. Arinta Andi Sumangerukka, sebagai bagian dari gerakan bersama menguatkan budaya membaca dan pengembangan literasi di seluruh penjuru Sulawesi Tenggara.

Prestasi yang diraih Kabupaten Muna membentang dari kategori karya pelajar, pengelolaan perpustakaan desa, hingga figur kepemimpinan penggerak literasi di tingkat tapak.

Bacaan Lainnya

Daftar 5 Penghargaan yang Diraih Kabupaten Muna:

1. Terbaik I Lomba Video Konten Literasi, Siti Melinda Putri (SMA Negeri 1 Raha)

2. Terbaik II Lomba Bertutur, Diva Azahra Masirin (SD Negeri 9 Katobu)

3. Juara II Stand Pameran Literasi, Perpustakaan Bahagia, Desa Napalakura

4. Kepala Desa Penggerak Literasi Terbaik Tahun 2026, Sunarti, S.P. (Kepala Desa Napalakura)

5. Juara III Lomba Perpustakaan Desa Terbaik Tahun 2026, Perpustakaan Bahagia, Desa Napalakura

Bukti Kolaborasi Pelajar, Desa, dan Komunitas

Capaian manis Siti Melinda Putri dan Diva Azahra Masirin membuktikan bahwa generasi muda Muna memiliki daya cipta, keberanian bertutur, dan kecintaan yang tinggi pada dunia literasi.

Di sisi lain, suksesnya Perpustakaan Bahagia Desa Napalakura beserta sang Kepala Desa, Ibu Sunarti, S.P., mempertegas betapa krusialnya kepemimpinan desa dalam mendekatkan akses bacaan bagi masyarakat luas.

Menanggapi hasil gemilang ini, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muna, Sitti Lestary, S.STP., M.Si., menegaskan komitmen daerahnya untuk tidak berhenti di ajang seremonial semata.

“Hasil ini menjadi pemicu semangat bagi kami di Kabupaten Muna untuk terus bergerak melahirkan gerakan literasi yang berkelanjutan. Kita ingin membangun fondasi generasi masa depan Muna yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing,” ujar Sitti Lestary.

Diharapkan rentetan apresiasi ini menjadi katalisator bagi seluruh pihak mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga pelosok desauntuk terus berkolaborasi merawat tradisi membaca demi mencetak SDM Muna yang unggul.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *