KIATNEWS : MUNA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Raha menggelar audiensi bersama jajaran pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Raha, Sabtu (26/9). Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat rutan tersebut menjadi wadah strategis untuk membahas penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta peningkatan standar pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam pertemuan tersebut, pihak HMI menyampaikan aspirasi serta sejumlah poin kritis mengenai mekanisme pelayanan publik, tata kelola warga binaan, hingga upaya transparansi yang diterapkan Rutan Raha. Dialog ini bertujuan untuk memastikan setiap tahapan layanan berjalan sesuai dengan koridor hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Plh. Kepala Rutan Kelas IIB Raha, Muh. Arafad, menyambut baik audiensi tersebut sebagai bagian dari keterbukaan Rutan terhadap komunikasi dan masukan dari berbagai pihak.
“Kami sangat terbuka terhadap dialog yang konstruktif. Bagi kami, masukan dari rekan-rekan HMI bukan sekadar kritik, melainkan bagian dari upaya evaluasi untuk terus meningkatkan performa pelayanan. Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh operasional di Rutan Raha tetap berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan,” ujar Arafad dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Arafad menambahkan bahwa Rutan Raha senantiasa berupaya mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap aspek pelayanan. Keterlibatan masyarakat melalui peran mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan informasi yang objektif, sehingga kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan dapat terus terjaga.
Audiensi berlangsung dalam suasana komunikatif dan penuh keterbukaan. Kedua belah pihak sepakat untuk terus menjalin komunikasi intensif sebagai bentuk sinergi dalam mengawal penyelenggaraan pelayanan publik yang lebih baik.
Rutan Kelas IIB Raha menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pembenahan internal agar layanan kepada warga binaan maupun masyarakat umum tetap profesional dan bebas dari maladminstrasi. Sinergi dengan organisasi kemasyarakatan seperti HMI dipandang sebagai langkah krusial dalam mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang transparan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.






