KIATNEWS : KONAWE — Berawal dari kader hingga dipercayakan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Konawe, I Made Asmaya mencatatkan sejarah dalam perjalan karir politiknya.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, I Made Asmaya mampu menunjukan kepiawaiannya dikanca perpolitikan Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dalam perjalanan politik di Bumi Lumbung Padi itu, PDI Perjuangan menjadi partai politik yang mampu melengserkan dominasi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPRD Kabupaten Konawe.
Ahasil, atas pencapaian tersebut, PDI Perjuangan menugaskan I Made Asmaya untuk menakhodai lembaga legislatif itu, untuk periode 2024–2029, yang ditandai dengan penyerahan palu sidang dari Ketua DPRD Konawe periode sebelumnya, Dr. Ardin (PAN), melalui rapat paripurna DPRD Konawe.
Lahir di Bali pada 1 November 1981, I Made Asmaya dikenal sebagai figur politisi dengan rekam jejak panjang di dunia organisasi dan pemerintahan daerah.

Dengan latar belakang pendidikan yang kuat serta pengalaman legislatif yang matang, kepercayaan politik yang diterimanya dinilai sebagai hasil dari konsistensi dan dedikasi selama berkiprah di DPRD Konawe.
Selain memimpin lembaga legislatif, Made Asmaya juga dipercaya menduduki posisi strategis di internal partai. Ia ditunjuk sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Konawe, mendampingi Rusdianto, SE, MM yang kembali menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Konawe untuk periode ketiga 2025–2030.
Penunjukan ini kian menegaskan posisi Made Asmaya sebagai salah satu figur sentral PDI Perjuangan di Konawe.
Pendidikan dan Pengalaman Berorganisasi
Perjalanan pendidikan I Made Asmaya dimulai dari SDN 1 Amertasari, Kecamatan Pondidaha, yang diselesaikannya pada 1993. Ia melanjutkan pendidikan ke SMPN 1 Pondidaha hingga 1996, lalu menamatkan pendidikan menengah di SMKN 1 Kendari pada 1999.


Semangat belajar yang konsisten membawanya menempuh pendidikan tinggi di Universitas Terbuka Tangerang Selatan hingga meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada 2013. Pendidikan magister diselesaikannya di STIE Ujung Pandang, Makassar, dengan gelar Master Manajemen (MM) pada 2021.
Di luar aktivitas politik, Made Asmaya juga aktif dalam organisasi sosial keagamaan. Sejak 2020, Ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Lokasabha Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Konawe, peran yang memperkuat posisinya sebagai tokoh pemersatu di tengah masyarakat multikultural Konawe.
Jejak Karier Politik
Karier politik I Made Asmaya di parlemen dimulai saat ia terpilih sebagai anggota DPRD Konawe periode 2019–2024. Selama periode tersebut, ia mengemban sejumlah jabatan strategis, di antaranya Sekretaris Komisi II DPRD Konawe (2019–2021), Sekretaris Komisi III (2021–2024), Sekretaris Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), serta anggota Badan Anggaran (Banggar).
Konsistensi dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan kembali membuahkan kepercayaan publik. Pada Pemilu Legislatif 2024, Made Asmaya terpilih untuk periode kedua sebagai anggota DPRD Konawe 2024–2029, sebelum akhirnya dipercaya memimpin DPRD Konawe secara definitif.

Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Sebagai Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat secara adil dan menyeluruh. Meski berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Asaki Raya, ia menekankan bahwa kepemimpinannya akan bersifat inklusif dan merangkul seluruh wilayah di Konawe.
“Yang jelas saya anak Asaki Raya. Secara dapil tentu tetap akan saya perjuangkan Asaki Raya, tetapi itu tidak akan mengurangi kontribusi saya untuk dapil lain di Kabupaten Konawe,” tegasnya.
Ke depan, I Made Asmaya diharapkan mampu memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif, serta mendorong lahirnya kebijakan daerah yang berpihak pada kepentingan rakyat dan pembangunan Kabupaten Konawe yang berkelanjutan.
Ia pun menegaskan bahwa jabatan yang diembannya merupakan sarana pengabdian.
“Kita hidup harus berguna dan bermanfaat untuk orang banyak,” pungkasnya. (Adv)






