Opini: Rasmin Jaya (Pemuda Sultra)
Siang itu udara terasa panas, aktivitas mahasiswa tetap kembali bergerak seperti biasanya, aroma kopi terasa nikmat yang di seduh beberapa pemuda di warung kopi. Tapi siang itu jalan menjadi saksi, tapak tilas perjuangan mahasiswa. Di sana tersemai semangat, harapan, impian untuk kembali melanjutkan cita-cita.
Gelombang massa kembali muncul di beberapa bilik lorong kampus terkonsolidasi menuju titik-titik tertentu. Ada momentum, semangat, harapan atas kebaikan di hari esok.
Terlepas dari itu, ternyata ruh rendah dinamika perpolitikan Sulawesi Tenggara kembali menghangat. Dalam iklim demokrasi, perbedaan pandangan adalah hal yang sangat lumrah.
Humor di publik lahir dari berbagai perspektif dan silang pandang. Tapi menjadi penegasan penulis bahwa politik adalah panggilan nurani untuk menjadikan diri pada orientasi kepentingan rakyat.
Meski gelombang wacana dan rumor politik telah lama beredar, ada baiknya, merespon hal demikian perlu kejernihan pikiran, hati yang bersih tanpa embel-embel kepentingan politis ataupun primordial yang mempertajam sentimen di ruang publik. Ya namanya juga politik selalu hadir dengan berbagai macam rupa, penuh intrik dan kontroversi.
Di ruang publik, percikan wacana politik memicu gelombang respons yang beragam. Di satu sisi, banyak pihak yang menyambut baik dan memuji konsistensi atas jalannya stabilitas politik Sulawesi Tenggara dalam menjalankan fungsi kontrol dan pengawasannya kepada pemerintah, terlepas dari fungsi lainnya juga.
Berdiri Teguh Dalam Badai Politik
Apa lagi bagi penulis, jika kita melihat secara jujur sosok politisi, upaya yang di lakukannya cukup maksimal di tengah efisiensi anggaran dan kebijakan fiskal tetapi tetap dengan membangun kordinasi yang terarah, menjaga keseimbangan siklus dan dinamika pemerintahan menjadi sesuatu yang sangat strategis.
Sebab sebagai bagian dari penyelenggara pemerintah merasa penting untuk selalu mengedepankan sinergitas, kolaborasi untuk harapan masyarakat Sulawesi Tenggara yang lebih baik dan kesejahteraan yang di rasakan.
Bagi penulis, semakin keras tantangan dalam politik maka semakin ia mengerti bahwa dinamika itu tidak seremeh kedengarannya.
Dinamika itu nyata, dan terkadang dilematis, antara memilih yang benar atau bermain aman agar tetap bertahan atau bahkan diam saja dan menjadi penonton agar tak kena imbasnya. Bahkan mungkin tak semudah membalikan telapak tangan dalam menyelesaikan segala masalah yang ada, butuh kejernihan hati dan pikiran.
Seorang politisi mesti mampu menunjukan sikap yang sangat dewasa, profesional di tengah badai politik yang menerpanya, ia harus tetap komitmen dan konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat.
Kata orang banyak, dinamika politik itu keras. Kalau mau jalanmu mulus dan selamat, kau harus ikut kemana arus pergi.
Tetapi bagi politisi sejati yang sudah kenyang akan dinamika, pahit manisnya, tetap berselancar dalam arus dan pusaran dinamika yang keras, penuh tantangan tapi tetap mengedepankan politik nilai, integritas dan profesionalisme yang tinggi.
Seorang yg berkecimpung di dunia politik sangat bisa maju dan berjuang dengan menjadi seorang yang jujur dan bersih, tanpa harus berbuat jahat. Tetap teguh pada pendirian.
Dan itu adalah buah dari perjalanan panjangnya selama ini, tekad untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Sulawesi Tenggara dengan semangat kebersamaan serta di dasari dengan nilai, komitmen dan konsistensi yang tinggi.
Jangan takut untuk berani memilih yang benar, walaupun resikonya harus ditinggalkan orang lain. Tuhan itu baik, Dia pasti pelihara hidup kita selagi kita menjadi orang benar .
Jatuh bangun, hidup dalam setiap proses politik hingga menghadapi kehidupan nyata yang sesungguhnya memberikanku contoh bagaimana seharusnya kita berjuang menggapai cita-cita dengan tetap memegang teguh prinsip kebaikan.
Tentu saja setiap orang punya kelemahan dari setiap pribadi dari masing-masing kita.
Sosok Yang Seharusnya Politisi
Harapan sederhana penulis tentang sosok yang seharusnya politisi mesti humanis dan komunikatif pada semua kalangan, tapi juga tetap mengedepankan fungsi dan tanggung jawabnya. Dalam lingkaran politik semakin mulus jalan juga selalu di ikuti dengan berbagai persoalan yang kompleks.
Politisi jalan politik yang ia pilih. Tentu tak mudah, penuh resiko. Apakah ia harus mengedepankan kepentingan partai, golongan, diri sendiri atau kepentingan masyarakat. Semua itu terpulang kepadanya tetapi harus ada kontrol publik, social sociaty.
Ia harus berjuang dari bawah merintis jalan sejarahnya sendiri, melalui jalan gelap dan berliku politisi sejati harus berdiri kokoh dengan satu keyakinan hati memperluas pengabdiannya untuk masyarakat. Ia adalah milik semua masyarakat, sebagaimana demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Dengan posisi, jabatan yang mereka emban tak harus membuatnya membatasi ruang kepada semua pihak sebab baginya politik adalah bagian dan jalan pengabdian meskipun kadang mekanisme kebijakan dan keputusan partainya tak berpihak kepada jalan yang ia tempuh.
Tapi dinamika politik yang tak berpihak kepadanya menjadikan semangatnya tak surut, justru tekad dan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi rakyat semakin kuat. Mereka harus jadi roll model dari politisi zaman sekarang yang tegak lurus agar generasi muda mengambil inspirasi.
Keberhasilan politisi sejati yang terus memperjuangkan aspirasi rakyat tidak hanya menjadi inspirasi bagi dirinya, tetapi juga bagi banyak anak muda di Sultra yang memiliki latar belakang serupa, dari anak petani, nelayan, atau apapun itu tetapi punya impian dan cita-cita yang tinggi bagaimana ia juga bisa mengabdi kepada daerah yang ia cintai.
Mereka membuktikan bahwa asal usul dan latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih impian, justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras. Ia merasa bangga bisa menjadi wakil rakyat dengan latar belakang anak petani, sesuatu yang jarang ditemui di kursi-kursi legislatif.
Gebrakan dan Terobosan
Seorang politisi harus memahami betul denyut nadi masyarakatnya kebutuhan petani, nelayan, buruh, kaum miskin kota atau pun segala komponen masyarakat yang ia perjuangkan karena itu ia harus hadir di tengah-tengah kehidupan masyarakat bukan hanya menikmati kursi singgasana kekuasaan.
Penulis tau betul pertanian atau sektor strategis lainnya menjadi sesuatu yang sangat penting bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari hari tetapi juga harus menjadi pendorong kesejahteraan. Dan mereka mesti mendorong dengan kebijakan dan regulasi yang mendukung keberadaan mereka.
Misalnya dulu petani masih banyak yang menggunakan alat-alat tradisional. Sekarang, mereka sudah bisa menggunakan alat-alat modern sehingga memudahkan dan meningkatkan pertanian demi kemajuan ekonomi.
Dengan bantuan yang diberikan bukan hanya alat-alat besar, tetapi juga pelatihan bagi petani agar mereka bisa memaksimalkan hasil panen dengan teknologi modern. Kebijakan ini diakui sangat membantu sehingga produktivitas pertanian meningkat signifikan.
Kesuksesan politisi sejati di dunia politik tidak lepas dari prinsip-prinsip yang mereka selalu pegang teguh, yakni kerja keras, kejujuran, dan komitmen untuk selalu memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Penulis berharap bahwa ke depan, Sultra, sektor pertanian dan potensi strategis lainnya, bisa terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
Bagi seorang politisi menjadi seorang wakil rakyat bukan hanya soal kekuasaan, tetapi tanggung jawab besar untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat. Sebab bagi mereka politik adalah panggilan dan pengabdian tanpa batas.
Dengan kesabaran dan ketabahan hati mereka tunjukkan diri politik yang bernilai, dengan tanggung jawab moral di tengah krisisnya kepercayaan masyarakat kepada partai dan politisi itu sendiri.
Sebagai masyarakat memang membutuhkan pemimpin yang berkomitmen untuk kesejahteraan masyarakat tidak hanya melalui lisan tetapi harus berdasarkan tindakan nyata yang kongkret.
Kepemimpinan dan Politisi yang di Butuhkan
Kepemimpinan dan politisi yang diperlukan di Sulawesi Tenggara adalah kepemimpinan yang berorientasi transformatif, kolaborasi dan sinergi demi memajukan masyarakat Sulawesi Tenggara. Keterlibatan forum komunikasi pimpinan daerah, (Forkopimda) menjadi penting dan strategis untuk mendukung kebijakan sebagai penyelenggara pemerintahan.
Politisi yang di butuhkan adalah harus menjadikan masyarakat sebagai orientasi dan tujuan utama. Kita tidak boleh terjebak dalam arus kepentingan sesaat atau permainan kotor. Menjadi pemimpin harus bersih, tegas, berintegritas di tengah pragmatisme politik dan konflik kepentingan.
Politisi harus mengorbankan seluruh kepentingannya dengan komitmen kepemimpinan yang mensejahterakan masyarakat secara umum tanpa pandang bulu dan perbedaan apapun.
Tanggung Jawab dan Loyalitas
Di tengah gempuran euforia politik dan humor yang beredar. Politisi harus tetap hadir dan pro aktif dalam menyerap setiap saran, masukan bahkan kritikan atas apa yang menjadi polemik yang terjadi di Sulawesi Tenggara.
Tanggung jawab dan loyalitas tidak hanya ia tunjukan kepada partai tetapi juga harus kepada masyarakat. komitmen dan konsistensi untuk menjaga integritas, marwah politik menjadi patokan untuk menjadikan itu sebagai instrumen dalam perjuangan rakyat.
Meski ia bukan satu satunya pemegang otoritas untuk mengambil sebuah keputusan dalam penyelesaian masalah tetapi dengan langkah konkret yang di ambil selama ini cukup menunjukkan sebuah ketulusan, keseriusan dan komitmen untuk menjalankan amanah rakyat.
Ia harus tetap menang di hati rakyat, simpati, dan perhatian kepadanya bagai gayun bersambut, loyalitas, kontribusi dan dedikasi, kredibilitas, integritas tak bisa kita gugurkan dalam dirinya sebab itu adalah barang yang mewah untuk di miliki setiap orang meksipun kadang tak bernilai kepada elit yang hanya mempunyai ego dan ambisi kepentingan pribadi.
Kepercayaan atas Rekam Jejak
Keterpilihan politisi sejati bukan tanpa dasar tetapi berdasarkan sepak terjang, track record, gebrakan, dan terobosan cukup menjadi penilaian kepada rakyat.
Berkat perjuangan, doa serta dukungan, ia mampu membuktikan bahwa asal-usul dan latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih impian, justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras. Ia menjadi politisi sebagai representasi memperjuangkan aspirasi meskipun dengan latar belakang anak petani, tetapi ia tidak lupa dari mana ia berasal, ia lahir dari amanat rakyat dan berjuang untuk rakyat.
Gambaran demikian, sesuatu yang jarang ditemui di kursi-kursi legislatif, sebagai generasi muda menjadikan itu sebagai inspirasi dan bara api untuk terus berjuang pada masa depan yang cerah.
Sebab ke depan pemuda hari ini adalah harapan dan tumpuan rakyat. Berdiri tegak melawan ombak besar dari guncangan dinamika politik, kita optimis dan terus berjuang dengan keyakinan hati. Ia akan tetap membangun cinta, integritas yang tak akan luntur dan selalu hangat.
Humor politik, dengan segala euforia dan implikasinya. Bagi penulis tidak hanya menggiring salah satu figur politisi tetapi itu menyangkut kredibilitas, integritas, dan marwah partai yang lain serta institusi dan lembaga terkait yang selama ini kita nilai sebagai rumah rakyat dan saluran aspirasi. Mereka roll model dari perjuangan aspirasi rakyat yang terlegitimasi oleh UU.
Politisi bicara kepentingan diri sendiri itu sangat konyol di tengah krisis kepercayaan dan polemik rakyat. Masyarakat akan kehilangan kepercayaan terhadap institusi politik, yang dapat memicu lebih banyak protes dan ketidakstabilan bukan hanya politik tetapi sosial, ekonomi dan lainnya.
Kita butuh daulat Rakyat bukan daulat partai politik, sebab politisi di pilih mewakili kepentingan masyarakat secara luas bukan hanya partai di mana itu hanya sebagai kendaraan dan instrumen memperjuangkan aspirasi rakyat.
Riuh Politik Penuh Intrik dan Humor di Tengah Panggilan Pengabdian






