Kritik Kinerja Infrastruktur, Rajiun Tumada Minta Bupati Muna Mundur, Pendukung Bachrun-Asrafil Bereaksi

Pendukung Bupati Muna Terpilih, Bachrun-Asrafil/Foto:Ist

KIATNEWS : MUNA – Persaingan politik pasca-Pilkada di Kabupaten Muna kembali memanas. Mantan Bupati Muna Barat, LM Rajiun Tumada, melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan Bupati Muna, Bachrun Labuta, terkait penanganan infrastruktur jalan di Bumi Sowite.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial, Rajiun menyoroti keluhan pemerintah daerah mengenai keterbatasan anggaran untuk perbaikan jalan. Menurutnya, alasan ketiadaan anggaran menunjukkan ketidaksanggupan dalam memimpin.

“Saya baca di media, ada jalan rusak di Kabupaten Muna, katanya tidak ada uang. Kalau tidak ada uang, mundur saja jadi bupati, tidak ada gunanya,” tegas Rajiun saat berbicara dalam sebuah acara kemasyarakatan.

Bacaan Lainnya

Rajiun menilai janji kampanye yang disampaikan pasangan petahana saat kontestasi politik lalu berbanding terbalik dengan realitas saat ini. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan kepemimpinan La Ode Darwin di Muna Barat yang ia nilai lebih progresif dalam pembangunan.
Tudingan Provokatif dan Belum “Move On”.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, salah satunya tokoh pemuda Muna, Safaruni. Pria yang akrab disapa Kresek ini menilai narasi yang dibangun Rajiun bersifat provokatif dan cenderung tidak dewasa secara politik.

“Pernyataan yang meminta bupati mundur itu sangat lucu. Ini menunjukkan sikap yang belum dewasa dan seolah belum bisa menerima hasil Pilkada lalu,” ujar Safaruni kepada awak media, Selasa 28 April 2026.

Ia menambahkan bahwa kritik seharusnya bersifat membangun atau “bernutrisi”, bukan sekadar propaganda karena ambisi kekuasaan. Safaruni juga menyentil balik masa kepemimpinan Rajiun di Muna Barat yang menurutnya juga memiliki banyak catatan evaluasi, terutama terkait pembangunan gedung perkantoran daerah otonomi baru.

Menanggapi polemik ini, Sekretaris DPW Partai NasDem Sulawesi Tenggara (Sultra), Tahir Kimi, meminta pasangan Bupati Bachrun Labuta dan Wakil Bupati La Ode Asrafil Ndoasa untuk tetap fokus bekerja.

Sebagai partai pengusung bersama PDI Perjuangan, Tahir menegaskan komitmennya untuk mengawal jalannya pemerintahan hingga akhir masa jabatan.

“Pernyataan itu biasa saja dalam politik, tidak perlu dirisaukan. Bupati dan Wakil Bupati harus tetap fokus merealisasikan janji politik kepada masyarakat. NasDem dan PDIP melalui fraksi di DPRD akan terus mendampingi untuk memastikan pembangunan di Bumi Sowite berjalan maksimal,” tandas Tahir.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Muna belum memberikan pernyataan resmi tambahan terkait tuntutan mundur yang dilontarkan oleh LM Rajiun Tumada.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *